Header Ads

Special Exhibition, "Angkat Warisan Sufi, Aceh Empunya Kebudayaan Islam di Asia Tenggara


Banda Aceh/ Museum Aceh bekerja sama dengan Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) memamerkan sejumlah koleksi Batu Nisan Aceh yang di beri Tema " MENGENAL BATU NISAN ACEH, Sebagai Warisan Budaya Islam di Asia Tenggara "

Ketika Islam bergandeng tangan kebudayaan bangsa-bangsa di dunia, terjadilah hal-hal yang mengejutkan. Agama ini demikian menyakinkan aqidah dan syari'at nya, ia dipercaya sebagai Agama yang membawa kebebasan dan kasih sayang serta mendukung nilai-nilai keindahan.

Dalam keterpaduan dan kemantapan iman, kegeniusan serta ketinggian daya estetik pemeluknya, bangsa-bangsa Islam akan melahirkan beragam karya seni yang istimewa. Dengan merauf Anasir berbagai kebudayaan di Dunia, Islam menjadi satu-satunya pemilik khazanah kebudayaan yang terkaya, warna kulit, lisan dan tradisi yang berbeda bersatu naungan dibawah kalimat Tauhid.

Leluhur Sufi Bangsa Aceh, sebagai salah bangsa Islam di dunia, telah berdiri sejajar dalam deretan Bangsa-bangsa berkebudayaan untuk menambahkan satu mutu Manikam kedalam khazanah kebudayaan bangsa-bangsa Islam.

Mutu Manikam Kebudayaan itu adalah ; Batu Nisan Aceh, dan untuk hari ini telah menjadi Warisan Kebudayaan Islam di Asia Tenggara yang perlu diperkenalkan dan dilestarikan.

Dalam Pameran kontemporer ini pihak Museum Aceh dan Mapesa menampilkan sekitar 20-an koleksi batu nisan yang diselamatkan oleh Mapesa di sejumlah wilayah Aceh dan 30-an foto serta beberapa lukisan, serta informasi tentang penyebaran batu nisan di Asia Tenggara,

Jejeran koleksi batu nisan dari tiga kesultanan yaitu Kesultanan Lamuri, Samudra Pasai dan Kesultanan Aceh Darussalam. Dan yang paling menarik, katanya, ditampilkan cara membuat replika batu nisan Aceh.

Disamping kegiatan Pameran temporer ini, juga diadakan Seminar "Mengenal Batu Nisan Aceh"
Kita berharap seluruh generasi muda Aceh dapat hadir melihat pameran dan mengikuti seminar ini, agar mereka mengenal budaya dan sejarah Aceh lebih mendalam, guna merajut masa depan Aceh yang senantiasa mengingat masa lalu untuk melangkah kemasan depan dengan tatapan yang mencerahkan.

Kegiatan ini juga diperuntuhkan bagi tamu Pekan Nasional KTNA XV.




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.